Mulai Bisnis dengan 3M

3MTulisan kali ini tidak ditujukan untuk mengajak pembaca untuk memulai usaha dengan cara membeli waralaba 3M (dahulu bernama Minnesota Mining and Manufacturing Company), karena memang 3M merupakan perusahaan internasional dalam bidang kimia yang bermarkas di Maplewood, Minnesota, Amerika Serikat, tidak diwaralabakan.

Posting ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana seorang wirausaha (mereka yang menjalankan usahanya dengan jiwa kewirausahaan) memulai atau mempersiapkan dirinya dan menjalankan proses bisnisnya dengan jiwa kewirausahaan.

3M kali ini merupakan kepanjangan dari 1) Mindset, 2) Motivation dan 3) Make It. Memang agak maksa istilah 3M tersebut, agar bisa disambung-disambungakan dengan rumus 3M sebagai pedoman menggapai kesuksesan yang dipopulerkan idola saya Aa Gym (seorang entrepreneur dengan Kecerdasan Spiritual sempurna), yaitu 1) Mulai dari diri sendiri, 2) Mulai dari yang terkecil dan 3) Mulai saat ini.

Rumus pedoman individu untuk meraih kesuksesan tersebut sangat tepat jika diterapkan dalam kewirausahaan, khususnya sebagai pedoman untuk meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Dengan menggunakan strategi ATM (Amati Tiru Modifikasi), posting ini saya awali dengan membahas;

1) Mindset

Kesalahan pertama dan sangat fatal bagi seseorang yang ingin menjadi entrepreneur atau wirausahawan adalah tidak memformat ulang pola pikirnya. Masih banyak newbei dalam wirausaha yang tetap mempergunakan pola pikir (mindset) lamanya dalam perilaku barunya sebagai seorang wirausaha.

Pedoman pertama Aa Gym, mulai dari diri sendiri, merupakan hal mutlak bagi newbie wirausaha untuk meraih kesuksesan. Pada saat dia masih nyaman dengan mindset TDB (tangan dibawah) alias merasa aman jika setiap bulan ada kepastian untuk menerima income dalam bentuk gaji, maka perilakuknya digerakan oleh pikiran untuk mendapatkan gaji bulanan yang relatif sama setiap bulannya. Disisi lain, seorang wirausaha akan sangat  bersemangat untuk melakukan kegiatan usahanya dengan pola pikir menghasilkan income dalam bentuk keuntungan dari usahanya sehingga dapat menjadi TDA (tanggan diatas), yaitu dapat menyisihkan sebagai keuntungan untuk membayar gaji para TDB.

Secara garis besar, seorang wirausaha haruslah mempunyai mindset sebagai berikut :

  1. Action Oriented
  2. Berpikir Simpel
  3. Selalu Mencari Peluang Baru
  4. Mengejar Peluang dengan Disiplin Tinggi
  5. Hanya mengambil Peluang Terbaik
  6. Fokus pada Eksekusi
  7. Memfokuskan Energi setiap orang dalam bisnis

2) Motivation

Kesuksesan merupakan suatu proses atau perjalan dimana dibutuhkan ketekunan dan semangat yang tinggi dalam menjalankannya. Pedoman kedua dari Aa Gym, mulai dari yang terkecil, menunjukkan bagaimana kita selaku invidu memotivasi diri kita untuk mengikuti tahap-tahap proses kesuksesan dengan jalan melakukan hal terkecil terlebih dahulu, sehingga kita terus dapat memotivasi diri bahwa kita bisa melakukannya.

Pada dasarnya manusia mau terus melakukan sesuatu hal kalau dia bisa membuktikan bahwa dia bisa melakukannya. Melakukan hal kecil terlebih dahulu akan memudahkan kita untuk membuktikan kita bisa dan pada saat selanjutnya akan membuat kita percaya bahwa kita bisa melakukannya.

Selain mempergunakan cara “mulai dari yang terkecil” untuk terus memotivasi diri, saya menggap perlu untuk mengetahui salah satu “meta-program” yang diajarkan oleh  Anthony Robbin, yaitu “Toward and Away”.

Meta-program Toward and Away (Mendekati-Menjauhi) mengatakan bahwa Semua perilaku manusia dapat dijelaskan dalam bingkai  “mendekati  kesenangan atau menjauhi kepedihan”. Dengan kata lain, meta-program ini menjelaskan

“Manusia cenderung  termotivasi melakukan sesuatu bila;

  • Memiliki alasan yang kuat terhadap KESENANGAN (manfaat yang akan diperoleh), atau
  • Memiliki alasan yang kuat untuk MENGHINDARI SUATU (PENDERITAAN) yang bisa merugikan atau membahayakan dirinya.

Jadi untuk memotivasi diri, newbie wirausahawan perlu mencari alasan-alasan yang jelas mengenai KESENGAN apa yang akan diperoleh jika dia sukses menjadi wirausahawan atau alasan-alasan mengenai KERUGIAN (PENDERITAAN) apa yang akan dialaminya jika iya gagal menjadi wirausahawan.

3) Make It (take action)

Faktor utama dalam memulai suatu bisnis adalah segera bertindak. Hal ini sejalan dengan pedoman III dari Aa Gym yaitu  “mulai saat ini”. Mulai dari adanya nat atau keinginan untuk berwirausaha anda harus segera bertindak saat itu juga, minimal segera memformat ulang mindset dan mencari alasan yang kuat mengapa harus menjadi entrepreneur.

Sering saya mendapat alasan dari calon wirausahawan bahwa mereka belum memulai karena belum mempunyai pengalaman, yang segera saya sambut dengan pertanyaan, bagaimana mempunyai pengalaman kalau tidak pernah memulai.

Dilain pihak, banyak juga yang memulai dengan konsep yang sangat bagus, namun berujung dengan NACO (No Action Concept Only). Hal ini disebabkan pemakaian otak kiri yang lebih dominan dibandingkan dengan otak kanannya.

Untuk dapat memulai menjadi wirausahawan harus dimulai saat ini dan diperlukan dominasi otak kanan, dimana pada phase selanjutnya (perkembangan dan mempertahakan bisnis) diperlukan peranan otak kiri yang lebih baik.

Semoga Bermanfaat, AndiHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>