Oleh-oleh Umroh (part 2)

Subhanallah…
Hanya itulah kata yang dapat menggambarkan kejadian itu. Lo kok ? ? ?.
Begini kejadian yang sangat sederhana, namun membuat saya harus kehilangan kata-kata lain untuk menggambarkannya.
Posting “Oleh-oleh Umroh” merupakan pengalaman umroh bulan Juli tahun 2007, dimana pada waktu itu sempat terlontar untuk umroh bersama-sama lagi (dengan kelompok-kelompok yang lain) setahun akan datang. Suatu hari di awal bulan Mei tahun 2008 (belum genap setahun) ada pembicaraan dikeluarga kami yang intinya, kedua orang tua saya ingin merayakan hari perkawinan mereka di Tanah Suci sambil beribadah Umroh.
Saya tidak tau dengan pasti apa maknanya, tetapi semua kejadian yang saya alami terasa begitu “kebetulan”. Pertama, waktu untuk memutuskan untuk berumroh mepet, tetapi ternyata masih bisa ikut pada jadwal umroh yang sesuai dengan tanggal perkawinan karena ada peserta lain yang mengundurkan diri. Kedua, kami (seluruh keluarga besar) mengantar orang tua kami ke bandara, bisanya hanya didrop oleh supir dan semuanya sudah di urus oleh biro perjalannan umrohnya. Ketiga, saya melihat group peserta umroh yang turun dari salah satu bus ternyata adalah group yang saya kenal cukup baik, dimana ibu Nekat termasuk didalamnya. Continue reading…

Wirausaha Baru

Pa’ Andi, saya pengen jadi wirausaha, usaha apa sih yang sekarang lagi tren? atau usaha yang bagus sebagai usaha saya saat ini ? ? ?
Begitulah kira-kira garis besar pertanyaan yang sering saya dapat, baik dari calon client maupun mahasiswa…
Sebenarnya ini pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, semudah pertanyaannya, tinggal sebut beberapa usaha yang lagi ngetren atau usaha-usaha yang mudah untuk dilakukan (dari aspek keuangan maupun operasional), maka terjawablah pertanyaan itu…
Segitu mudahkah seseorang untuk memulai usaha baru… Atau sebegitu mudahnyakah menjawab pertanyaan semacam itu…
Jawabannya Ya/Yes/He’eh, kalau kita mau menambah jumlah wirausaha baru yang GAGAL dalam merintis usaha…

Oleh-Oleh Umroh

Al-Hamdulillah
Selain mendapatkan pengalaman spritual luar biasa dalam perjalanan umroh (22 – 31 Juli 2007), saya juga mendapatkan berbagai pengalaman ilmu kewirausahaan, baik dari sesama kelompok jemaah, maupun dari pelaku bisnis yang berada dilingkungan perjalanan umroh tersebut. Untuk kali ini, saya ingin membagi pengalaman yang saya peroleh dari seorang jemaah peserta umroh.
Alkisah, ibu Nekat (sebut saja demikian) adalah seorang ibu paruh baya dengan keterbatasan bahasa (hanya bisa bahasa daerah asalnya, tidak dapat berbahasa Indonesia, apalagi bahasa Arab atau bahasa Inggris dan sekaligus buta huruf), selain bersama sekitar 16 orang peserta lain sesama daerah asalnya, dalam kelompok lebih kecil, ibu Nekat disertai oleh ibu kandungnya (maaf sudah agak pikun) dan ibu tirinya (maaf pendengarannya kurang). Continue reading…